Tawaf Wada

‘Benar-benar tidak terasa, akhirnya tiba juga di hari terakhir kami di Mekkah. Sudah sekitar 1 bulan penuh kami tinggal kawasan Ajiziyah Mekkah dan tiap hari pulang pergi ke Masjidil Haram. Besok pagi kami harus meninggalkan Mekkah menuju Medinah. Oh, betapa cepatnya waktu berlalu…….
Sebelum meninggalkan Mekkah, kami semua akan melakukan Tawaf Wada (tawaf perpisahan). Untuk kenyamanan (mempertimbangkan temperatur udara dan jumlah orang yang melakukan tawaf), Tawaf Wada akan kami lakukanbersama-sama lewat tengah malam. Satu bis disediakan untuk mengantarkan orang-orang berusia lanjut dari Maktab ke Masjidil Haram. Bis tersebut baru akan berangkat tengah malam, menjelang jadual tawaf wada yang sudah direncanakan. Sementara itu, para jamaah yang masih kuat staminanya dianjurkan untuk pergi masing-masing atau berkelompok kecil menggunakan bis reguler yang masih beroperasi. Saya beserta istri dan beberapa jamaah lain memutuskan untuk berangkat menjelang waktu shalat Ashar untuk mengejar shalat Ashar disana. Kami berangkat bersama-sama dan sempat berfoto bersama di depan Masjid ketika baru tiba disana.

Berfoto bersama segera setelah tiba di Masjidil Haram
Berfoto bersama segera setelah tiba di Masjidil Haram

Setelah itu kami berpisah. Perlu diketahui, setiap jamaah, pasangan atau kelompok mempunyai preferensi kenyamanan yang berbeda untuk memilih lokasi shalat. Ada yang senang di lantai 1 karena bisa memandang Kabah dari jarak dekat dan tidak perlu naik lagi, ada yang senang di lantai 2 karena tidak sepenuh lantai 1, tetapi sepenuhnya masih terlindung oleh bangunan tertutup. Bahkan, ada yang gemar di lantai 4, di udara terbuka. Memang kadang angin cukup kencang di lantai 4 ini, tetapi tidak terlalu penuh dan dapat memandang ke Kabah dari ketinggian yang cukup tinggi. Jangan khawatir soal jumlah lantai, eskalator tersedia 24 jam untuk naik sampai ke lantai 4.

Setelah shalat Ashar, saya beserta istri mencari makan dulu sambil menunggu shalat maghrib, sebab kami tidak akan pulang sampai menjelang subuh nanti. Akhirnya tiba juga shalat maghrib. Kami shalat di lantai 4, lokasi favorit kami. Setelah shalat kami luangkan waktu untuk menyaksikan kepadatan jamaah yang sedang melakukan tawah di seputar Kabah di bawah sana, sambil merenung, tengah malam nanti kamipun akan melakukannya untuk yang terakhir kali. Sedih juga rasanya menyadari bahwa ini adalah saat-saat terakhir kami di Masjid paling istimewa ini.

Istri saya berfoto terakhir dari lantai 4
Istri saya berfoto terakhir dari lantai 4

Sebagian jamaah haji dari seluruh dunia sudah mulai meninggalkan Mekkah. Sebagian sudah pulang ke negara masing-masing, sehingga dari hari ke hari kepadatan manusia di Mekkah dan Masjidil Haram mulai berangsur berkurang. Namun sore/malam itu, jamaah yang melakukan tawaf masih cukup banyak, walaupun tidak sampai ke pinggiran bangunan Masjid. Perhatikan dua foto berikut ini. Foto pertama memperlihatkan gambaran keseluruhan kepadatan jamaah yang sedang tawaf, sedangkan foto dibawahnya memperlihatkan zoom di area sekitar Hajar Aswad dan Pintu Kabah.

Suasana Tawah setelah Maghrib di Sekeliling Kabah
Suasana Tawah setelah Maghrib di Sekeliling Kabah
Suasana di Sekitar Hajar Aswad dan Pintu Kabah
Suasana di Sekitar Hajar Aswad dan Pintu Kabah

Biasanya kami bertahan disana sampai shalat Isya atau pindah ke halaman dekat pintu keluar jika ingin segera pulang setelah shalat Isya. Kali ini, karena akan terus disana sampai lewat tengah malam, kami pindah ke lantai 1 untuk shalat Isya. Ingin menikmati suasana yang berbeda, mumpung kepadatan manusia sudah jauh berkurang. Dengan mudah kami mendapatkan tempat yang nyaman untuk shalat Isya. Setelah shalat Isya selesai, kami mencari posisi duduk yang dapat memberikan pandangan langsung ke Kabah. Kami tidak mau melewatkan jam-jam terakhir di Masjid ini dengan sia-sia. Kami ingin memandang Kabah sepuas-puasnya selama kami bisa. Alhamdulillah, tidak terlalu sulit menemukan posisi untuk duduk nyaman sambil memandang Kabah. Foto berikut memperlihatkan pandangan ke arah Kabah dari posisi duduk kami.

Pandangan ke Arah Kabah dari Posisi Duduk Kami
Pandangan ke Arah Kabah dari Posisi Duduk Kami

Subhanallah, betapa sejuknya hati ini dapat terus menerus memandang Kabah di depan mata. Tidak hanya kami yang menikmati suasana batin tersebut. Banyak jamaah lain yang juga duduk hanya memandang Kabah. Dalam foto di atas tampak seorang ibu yang sudah tua duduk di lantai di sebelah suaminya yang sudah harus menggunakan kursi roda. Entah berapa jam kami duduk di sekitar itu. Dua tiga kali kami mencari posisi baru agar bisa menghidari lalu lintas orang yang lewat di depan kami. Tapi setiap posisi yang kami pilih selalu langsung menghadap Kabah. Tidak terasa, akhirnya waktu menunjukkan satu jam menjelang tengah malam. Akhirnya saya mengajak istri saya untuk pindah lagi ke tempat yang lebih dekat lagi. Satu jam terakhir akhirnya kami habiskan duduk ditangga menuju lantai Kabah. Subhanallah, betapa indahnya Kabah benar-benar dekat di depan mata. Makin malam, jumlah jamaah yang tawaf semakin menyusut, hanya di area tengah saja. Lantai dekat tangga tempat kami duduk cukup jauh dari lingkaran terluar jamaah yang tawaf, sehingga suasana benar-benar nyaman, tentram, khusyu. Ditambah cuaca yang sangat nyaman, udara malam yang sejuk, tapi tidak dingin sekali. Akhirnya tibalah waktu untuk berkumpul bersama seluruh teman-teman jamaah KBIH Salman ITB untuk melakukan tawaf wada. Kami ke halaman luar dan bertemua dengan lainnya disana. Sebelum mulai tawaf, ada sedikit pengarahan dari pembimbing, lalu kami menyempatkan foto bersama.

Foto bersama sebelum Tawaf Wada

Foto bersama sebelum Tawaf Wada

Singkatnya kami melakukan Tawaf Wada dengan diiringi kebahagiaan dan kesedihan. Bahagia karena kami telah diberikan kesehatan dan kekuatan melakukan apa-apa yang harus dilakukan selama haji. Sedih karena kami semua sadar, ini adalah saat-saat terakhir kami disana. Semua bertanya-tanya, apakah ini saat terakhir kami bisa kesini? Semoga Allah masih dapat memberikan umur panjang dan mengijinkan kami datang kembali kesini.

Selesai tawah, kami melakukan shalat 2 rakaat dan berdoa sepuas-puasnya. Sungguh nyaman shalat waktu itu. Biasanya shalat di pelataran Kabah setelah tawah sangat sulit dilakukan. Jangankan shalat, ingin lewatpun sulit karena padatnya jamaah dan orang yang shalat serta berdoa disana. Kali ini memang berbeda. Banyak jamaah yang sudah pulang. Mungkin ini salah satu kenyamanan haji gelombang ke-2.Perhatikan foto di bawah ini. Suasana lengang dan nyaman untuk melakukan shalat dan berdoa dengan khusyu. Foto paling bawah adalah foto kolega saya (ibu Ami), sesama dosen Elektro ITB yang sama-sama menunaikan ibadah haji bersama kami.

Saya beserta istri berfoto di sekitar Kabah setelah Tawaf Wada

Saya beserta istri berfoto di sekitar Kabah setelah Tawaf Wada

Ibu Hj. Ami beserta suami

Ibu Hj. Ami beserta suami

Setelah shalat, kami semua berkumpul. Pembimbing kami mengingatkan bahwa rangkaian utama kegiatan haji sudah selesai dan Insya Allah kami semua sudah menjadi haji yang sah. Tinggal semuanya bertekad untuk menjadi haji yang mabrur setelah ini semua selesai. Kami berangkulan dengan berderai air mata…………..

Akhirnya kami harus pulang, walaupun masih ingin disana. Besok pagi kami semua akan berangkat menuju Medinah. Kami masih harus menyempatkan diri beristirahat supaya stamina kami tetap terpelihara, karena akan melakukan perjalanan jauh menuju Medinah.

Ya Allah, panjangkanlah umur kami dan sehatkanlah kami. Berilah kami kesempatan lagi untuk pergi kesana lagi.

About these ads

7 responses to “Tawaf Wada

  1. sebenarnya bawa kamera atau pun hp kan tidak diperbolehkan pak ? kok bapak bisa dengan leluasa mengabadikan semua moment yang indah itu ? apalagi di masjid nabawi sangat ketat, semua bawaan kita di bongkar, saya jamaah wanita di cek body oleh askar wanita. saya waktu itu umroh, apakah ada pengecualian waktu ibadah haji ya ? Kerinduan juga saya rasakan, untuk kembali ke sana……..Subhanallah…….Allahu Akbar

  2. Subhanallah ….. Allahu Akbar semoga menjadi haji mabrur, terima kasih karena saya yang belum ke sana sudah melihat dan bisa membayangkan rasanya berada disana. semoga Allah memberi umur panjang dan rejeki sehingga saya bisa kesana. Amin….. Terima kasih foto-foto dan infonya

  3. Aswrwb, alkhamdulillah hirobbil aalaamiin, puji syukur kami panjatkan kepada allah swt, pada kesempatan yg berbahagia ini saya bisa menemukan cerita singkat tawaf wada yang membuat saya membayangkan kegiatan tersebut seakan akan saya ada di mekah walaupun saya belum kesana, pada kesempatan yang bernahagia ini saya ucapkan terima kasih kepada haji arry akhmad arman mudah2an cerita pendek ini sangat bermanfaat bagi saya dan insyaallah akan saya sampaikan kepada keluarga agar bisa dipakai untuk memncing kesegeraan kami sekeluarga mendapat ijin dari allah swt menuju / menunaikan ibadah haji amiin yarobbal alamiin, waswrwb bpk bedjo sochib kpad cibubur jaktim

  4. subhanalloh……sy semalam stlh mlakukan sholat isya ktika selesai sholat wirid dan bersujud ko saya seolah berada d dpn kabah ….bertemu dgn org org berpakaian ikhrom….walohualam…ijinkan aq ke rumahmu ya ALLOH….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s