Catatan Harian Haji 2009, hari ke-9 di Madinah
Tidak terasa, ini benar-benar hari terakhir di Medinah, juga hari terakhir dalam rangkaian ibadah haji kami selama 40 hari. Jika tidak ingat kepada anak-anak yang kami tinggal, serta neneknya anak-anak yang kami repotkan mengawasi anak-anak kami, rasanya tidak ingin pulang. Empat puluh hari bukan waktu yang pendek. Kami telah terbiasa mengalami hari-hari yang sangat berbeda. Tidak ada TV, radio, majalah, bahkan musik pun tidak pernah kami dengar. Tiap hari hanya ibadah, makan dan istirahat. Besok kami akan kembali ke Indonesia dan pasti akan mengalami hari-hari yang sangat berbeda. Hari yang penuh godaan, nonton TV setiap hari, rapat ini itu, membuang waktu di kemacetan perjalanan, dan sebagainya.
Ya Allah, berikanlah jalan agar kami bisa sesering mungkin kembali kesini…….
Hari ini udara sangat cerah, langit biru berawan. Setelah shalat Dzuhur, saya tidak segera pulang, tetapi memuaskan diri berkeliling lantai atas Masjid Nabawi, mumpung saya masih disini. Kamera saku Lumix menemani saya mengabadikan suasana di lantai atas Masjid Nabawi.
Saya paling senang sholat di lokasi ini. Mengapa? Ada banyak alasan, diantaranya: (1) segar karena embusan angin langsung terasa, (2) teduh, (3) pemandangan nya indah, (4) dapat melihat sebagian menara Masjid dan melihat pergerakan kubah yang bisa buka/tutup, (5) pada saat subuh atau maghrib dapat menikmati indahnya langit pada saat matahari terbit dan terbenam, (6) dekat dengan deretan air zam-zam.














kamera apa?