Paris London melalui Terowongan Bawah Laut

London, 1997

Tahun 1997 adalah kesempatan kedua kalinya saya mengunjungi Eropa. Kali ini waktunya agak leluasa, sekitar 6 minggu. Saya dan 2 orang rekan berhasil mendapatkan sponsor untuk mengikuti training di Paris. Sebagai orang yang senang jalan-jalan, kesempatan ini saya manfaatkan dengan baik. Tanya sana-sini, akhirnya saya mulai paham bahwa sebagian besar negara-negara Eropa Barat tergabung dalam kelompok negara Schengen, sehingga jika kita mendapatkan visa ke salah satu negara tersebut, tidak perlu visa lagi untuk mengunjungi negara kelompok schengen lainnya (tahun 2012, ada 25 negara). Informasi selengkapnya dapat dibaca disini. Inggris tidak termasuk dalam kelompok negara tersebut, sehingga untuk bisa berkunjung kesana, kita harus mendapatkan visa yang berbeda. Karena berniat untuk mengunjungi Inggris, saya mempersiapkan visa Inggris dari Indonesia, sehingga untuk keberangkatan waktu itu saya mempersiapkan dua visa, satu visa schengen untuk ke Paris dan negara schengen lainnya, satu lagu visa Inggris.

London

London

London

London

Singkatnya, setelah tiba di Paris, saya mencari informasi yang cukup tentang transportasi Paris London. Akhirnya dengan pertimbangan untuk mendapatkan pengalaman, saya pilih Eurostar, kereta api cepat jenis TGV yang bisa lari hingga 300 km/jam untuk rute Paris London dan sebaliknya. Saat itu belum krisis moneter di kawasan Asia dan Indonesia, sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika ada di kisaran Rp 2300-2400 per dolar. Betapa kuatnya daya beli kita waktu itu. Saya merasa harga tiket Eurostar masih masuk akal, tidak terlalu mahal. Sementara itu kalau saya coba konversikan ke rupiah hari ini, terasa lumayan mahal harga tiket tersebut.

London

London

Saya tentukan satu tanggal di akhir minggu, lalu saya pergi ke London dengan jadual kereta paling pagi dari Paris. Saya kembali ke Paris dengan kereta yang sama dari London dengan jadual agak malam. Jadi saya tidak menginap di London, hanya menikmati satu hari penuh di London untuk jalan-jalan. Untuk memudahkan bepergian, saya membeli tiket bis turis yang berkeliling semua objek wisata utama di London. Saya membeli tiket untuk seharian, bisa turun dimana dan kapan saja, lalu naik kembali menggunakan bis yang sama untuk tujuan berikutnya. Saya hanya pergi sendirian, dan pada saat itu belum ada kamera dijital, sehingga tidak banyak foto yang saya bawa pulang dari London.

London

London

Eurostar berangkat dari stasiun utara kota Paris (Gare du Nord), sebuah stasiun yang sangat besar dan tidak dapat dibandingkan dengan stasiun-stasiun kereta api yang ada di Indonesia. Pangjangnya rangkaian gerbong kereta menyebabkan kita harus berjalan cukup jauh untuk menemukan gerbong yang sesuai dengan tiket kita. Oh ya, ketika berangkat dari Paris, kereta ini berjalan dengan kecepatan maksimum 300 km/jam, tapi setelah tiba di daratan Inggris kereta ini berjalan jauh lebih lambat. Mungkin karena rel kereta di Inggris tidak mendukung untuk memacu kereta ini pada kecepatan maksimumnya. Berikut ini adalah dua foto Eurostar yang saya dapatkan dari Internet.

Kereta Eurostar di Gare du Nord Paris

Kereta Eurostar di Gare du Nord Paris

Kereta Eurostar keluar dari terowongan bawah laut

Kereta Eurostar keluar dari terowongan bawah laut

3 thoughts on “Paris London melalui Terowongan Bawah Laut

  1. Just a tip for those visiting your site. Those that require a Schengen visa can download the free Schengen Visa Application Guide. Makes it much easier to obtain your visa for Europe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s