Tertangkap Polisi di Jalan Tol Malaysia, 2001

Tahun 2001 yang lalu, saya beserta Pak Farid (sama-sama dosen di ITB) menjalani satu perjalanan tugas ke Singapura dan Malaysia. Namun pada posting ini saya hanya akan bercerita satu pengalaman menarik tentang tertangkapnya kami oleh polisi Malaysia di Jalan tol Malaysia.

Kami harus mengunjungi beberapa tempat di Kuala Lumpur untuk suatu project. Seluruh pekerjaan kami selesaikan sampai hari Jumat sore, sedangkan penerbangan kami berikutnya adalah Sabtu sore sekali. Jadi kami tidak ada kegiatan selama hari Sabtu sampai sore. Ketika kami tiba di Malaysia, kami menggunakan taksi dari Bandara Malaysia yang baru ke Kuala Lumpur. Lumayan mahal karena jaraknya memang cukup jauh, mirip dari Cengkareng ke kota Jakarta (atau lebih jauh?). Sabtu pagi kami jalan-jalan di kota KL dan melihat ada fasilitas sewa mobil bagi turis. Menariknya, mobil bisa disewa di KL dan dikembalikan di airport, tidak harus kembali lagi ke KL. Setelah melihat harga sewa, dihitung-hitung harganya hanya sedikit lebih mahal dari harga sewa taksi dari KL ke airport. Akhirnya kami sepakat patungan sewa mobil dari KL, langsung CekOut dari Hotel, jalan-jalan, lalu langsung ke airport. Mobil akan kami kembalikan di airport, sehingga kami tidak perlu sewa taksi lagi.

Setelah sewa mobil, langkah berikutnya adalah membeli peta. Setelah berhitung jarak dan waktu, kami putuskan untuk pergi ke Malaka, satu kota tua Malaysia. Jalan tol-nya kira-kira sekelas Jagorawi, tapi jumlah kendaraan jauh lebih sedikit dari pada di Jagorawi atau Tol Cikampek. Akhirnya tidak terasa, tancap gas seenaknya. Di satu titik kami dihentikan oleh polisi dengan tuduhan melanggar batas kecepatan. Awalnya kami ngotot bahwa kami tidak melanggar batas tersebut. Namun setelah polisinya mengajak kami ke kantor untuk melihat fotonya, kami langsung sadar bahwa kami tidak bisa lagi berkelit. Akhirnya kami terangkan bahwa kami dari Indonesia, dan cerita bahwa batas kecepatan di Indonesia berbeda dan tentunya saja, mohon agar dapat dimaafkan.

Tol KL - Melaka, Malaysia

Polisi ngotot bahwa kami bersalah dan harus bayar denda (kalau di-rupiah-kan hampir 1 juta rupiah). Wah cilaka, karena mau pulang, uang ringgit kami berdua sudah tidak mencukupi untuk membayar denda tersebut. Akhirnya kami perlihatkan dompet kami bahwa uang kami tidak cukup, dan minta solusi (baca: damai) dari polisi itu. Ehhhh….. di luar dugaan, rupanya kita memang banyak persamaan, termasuk dalam hal maaf-memaafkan. Polisi tersebut dengan sangat hati-hati (kelihatan sekali kepanikannya) menyodorkan buku, lalu minta uang damainya disisipkan di tengah buku, sambil berpesan berulang-ulang: “Hati-hati Pak, jangan sampai mencurigakan!”. Akhirnya uang damai kami serahkan melalui buku itu. Polisi melepaskan kami sambil berpesan “Selamat jalan Pak! Hati-hati, di depan masih ada kamera pengawas satu lagi!”.

Ha…3x, itulah sifat orang timur, pema’af, setelah menerima sesuatu akan membantu kita sebagai balas budi.

Wah, lega….., akhirnya lolos juga. Kami sangat khawatir kalau urusannya panjang akan terlambat ke bandara. So, ada dua hal penting yang penting untuk anda ketahui:

1) Kita bisa sewa mobil di Malaysia dan dikembalikan di tempat lain, asal ada counter rental mobil tersebut. Yang pasti, di airport semua counter tersebut selalu ada.

2) Jangan coba-coba tancap gas melampaui batas kecepatan! Dimana-mana banyak kamera pengintai dan pengukur kecepatan otomatis.

Semoga info ini bermanfaat.

– Arry Akhmad Arman –

2 thoughts on “Tertangkap Polisi di Jalan Tol Malaysia, 2001

  1. Terus, jadi ke Malaka nggak, Pak? Saya pernah dua kali kesana. Kotanya bagus, banyak museum yang menarik, juga benteng peninggalan Portugis. Ohya, di Malaka juga banyak rumah sakit besar, yang 80% pasiennya berasal dari Riau, Medan, dan sekitarnya. Malaka memang menjadikan rumah sakit sebagai tambang devisa dari orang-orang Indonesia di wilayah Sumatera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s