Naik Balon Udara di Cairns, 2004

Seharusnya saya bisa mengunjungi kota ini tahun 2003 ketika saya mendapatkan BEST ENGINEERING dalam Asia Pacific ICT Award 2003 untuk Indonesia dan bersama seluruh “the best” akan mengikuti tingkat Asia Pacific di Cairns, Australia. Tapi karena sesuatu hal, penyelenggaraanya dipindahkan ke Bangkok. Setahun berikutnya, tanpa diduga saya yang mewakili Indonesia untuk urusan TEIN (Trans-Euro Asia Information Network) harus mengikuti pertemuan di Cairns, Australia. Ha-ha-ha, akhirnya nyampe juga saya ke Cairns.

Cairns adalah kota wisata di bagian timur agak ke utara Australia (Queensland). Kotanya tidak terlalu besar dan banyak sekali tawaran wisata yang menarik disana. Manajemen pariwisata disana kelihatannya sangat baik. Walaupun penyelenggaranya berbagai pihak yang berbeda, tapi sistemnya sangat terintegrasi dan memudahkan pagi bara turis. Wisata yang ditonjolkan adalah wisata bahari, selain wisata-wisata lainnya. Ada satu hal yang menarik buat saya yang belum pernah saya coba sebelumnya, yaitu mencoba naik BALON UDARA (panas). Diperhatikan biayanya kalau di-kurs-kan ke rupiah hampir 1 juta rupiah. Tapi, ah, kapan lagi saya mencobanya! Akhirnya saya memutuskan untuk ikut dan memilih jadual yang sangat pagi, untuk melihat matahari terbit dari ketinggian.

Penyemburan Udara Panas Untuk Mengangkat Balon

Saya dijemput sekitar jam 2.30 pagi dari hotel, lalu masih keliling ke beberapa hotel untuk menjemput peserta lainnya. Lokasinya agak keluar kota dari kota Cairns. Saya tidak ingat betul waktu yang diperlukan untuk menuju kesana, mungkin sekitar 1 jam. Akhirnya sampailah kami (semua peserta) di tempat tujuan. Sudah ada beberapa balon yang sedang dalam tahap persiapan untuk digelembungkan dengan udara panas, sehingga kami bisa melihat bagaimana mempersiapkan sebuah balon supaya bisa terbang.

Setelah siap, kami diberikan kesempatan dulu untuk berfoto, lalu diberikan sedikit pengarahan untuk keseimbangan dan keselamatan. Akhirnya kami semua naik ke suatu keranjang besar yang memuat hampir 20 orang bersama kru-nya.

Bunyi semburan api untuk menciptakan udara panas terdengar sangat keras, dan balon perlahan-lahan naik. Saya melihat ke bawah dan perlahan-lahan kami meninggalkan daratan.

Wow, luar biasa! Makin tinggi, makin menakjubkan pemandangannya!

Setelah agak tinggi, kami dengan jelas melihat garis horizon yang samar-samar berwarna kuning menandakan matahari menunggu terbit di belahan daratan yang tak jauh. Kami berada di suatu daerah pertanian yang sangat luas. Sejauh mata memandang hampir tak ada rumah atau bangunan, hanya daratan dan gunung di kejauhan. Inilah pemandangan yang saya lihat ketika tidak lama kami terbang.

Pemandangan dari atas ke arah daratan yang masih diselimuti kabut pagi

Warna putih yang terlihat adalah kabut yang menyelimuti daerah pertanian. Di horizon tampak bauran sinar matahari yang segera akan terbit. Allahu Akbar, hanya itu kata yang terucap dari mulut saya, sambil mata sedikit berkaca merasa bersyukur bisa menikmati keindahan ciptaanNya. Begitu indah ciptaan Tuhan, dan kita seringkali merusaknya demi suatu keserakahan.

Akhirnya sang surya mulai menampakan sinarnya

Akhirnya, seberkas sinar warna kuning yang sangat kuat mulai terlihat. Itulah matahari yang selalu setia menyinari bumi kita setiap hari. Kami tidak sendirian, beberapa balon lain juga terbang di sekitar kami. Wah…., saya tidak bisa menceritakan betapa unik dan indahnya pemandangan waktu itu.

AKhirnya kabut di daratan mulai menghilang dan berganti dengan hijaunya daerah pertanian di bawah sana, dengan pohon-pohon yang berderet sangat rapi. Adakah pemandangan seperti ini di Indonesia? Mungkin ada, mungkin lebih bagus, tapi, apakah akan tetap ada? He-he, mengingat perambahan hutan yang masih sulit dikendalikan di Indonesia.

Singkatnya, akhirnya kami mendarat di suatu area dekat kebun mangga yang sangat luas. Kami dijemput truk butut disana (mungkin sengaja untuk memberikan kesan daerah pertanian), dan akhirnya pindah ke mobil yang lebih nyaman dan yang tadi menjemput kami dari hotel. Sebelum dikembalikan ke hotel, kami dibawa ke suatu restoran untuk sarapan pagi disana. Lalu diantarkan kembali ke hotel.

Akhirnya kami semua mendarat di suatu area perkebunan mangga

6 thoughts on “Naik Balon Udara di Cairns, 2004

  1. lebih seru mana pak? Melihat pemandangan dari balon udara ato dari pesawat? Berhubung saya tidak pernah naik balon udara jadi saya gak tahu.
    Tapi saya sudah cukup takjub melihat pemandangan dari pesawat ketika take off dan landing, dimana kita bisa melihat rumah2 yang semakin kecil dan menyadari bahwa kita semua hanyalah setitik debu di dunia ini.

  2. Lebih seru naik balon, mengapa?
    1. Anginnya terasa, ini yang paling penting
    2. Teknologinya lebih primitif, jadi lebih deg-deg-an
    3. Semua berjalan lambat, dg pesawat semua berjalan seketika karena cepat gerakannya.
    4. Ketinggian tidak terlalu tinggi. sehingga semua daratan terlihat. Pesawat terbang biasanya terbang di atas awan.
    5. Terakhir, banyak orang yang belum malakukan. Ha-ha-ha

  3. Ass Wr Wb Salam Kenal aa,Sudah Baca 1 Artikel jadi ketagihan akhirnya jadi baca semuanya,beruntungnya menemukan web ini walopun pada awalnya tanpa sengaja,semua artikelnya bagus sekali dan semoga saya bisa berkeliling dunia seperti aa sekarang siy masih mimpi semoga terwujud amien….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s