Kuranda, Tempat Wisata mirip Dago Pakar

Kuranda, Juli 2004

Sewaktu berkunjung ke Cairns, saya tidak mau rugi, semua yang menurut saya khas, tapi biayanya terjangkau saya coba kunjungi. Selain balon udara yang sudah saya ceritakan pada posting sebelumnya, saya tertarik untuk berkunjung ke satu kota sangat kecil yang bernama Kuranda, 25 km dari Cairns. Menurut data di Wikipedia, Kuranda hanya dihuni tidak lebih dari 1000 orang dan terletak di tengah-tengah hutan hujan Australia.

Ada beberapa cara menuju dan kembali dari Kuranda, yaitu: menggunakan kerete gantung, kereta api antik, dan mobil. Paket wisata memungkinkan kita untuk memilih. Saya pilih berangkat naik kereta api antik (Kuranda’s Scenic Railway) dan kembali naik kereta gantung.

Kereta yang digunakan memang antik, gerbongnya full terbuat dari kayu, kesannya sangat tua dan terawat (lihat foto pertama). Gerbongnya lumayan panjang (lihat foto kedua). Di tengah perjalanan menuju Kuranda, kereta berhenti di suatu lokasi dimana kita bisa turun sebentar menikmati pemandangan dan air terjun yang sangat indah. Pemandangan dari jendela gerbong kereta sepanjang perjalanan menuju Kuranda memang indah. Setelah lokasi semakin tinggi, dari kereta bisa juga menikmati pemandangan ke arah kota di lembah. Kereta juga melalui puluhan terowongan untuk menuju Kuranda.

Begitu tiba di Kuranda, satu hal yang saya ingat, yaitu tempat wisata Bukit Dago Pakar di Bandung, yang kebetulan lokasinya dekat rumah saya. Seperti itulah Kuranda, tapi lebih besar. Suasana kota sangat kecil yang dibuat menyatu dengan lingkungan hutan hujan di sekitarnya. Kita bisa masuk ke tengah bagian hutan melalui jalan setapak dan tiba di bagian kota yang lain.

Ada sejumlah tempat pertunjukan dan lokasi-lokasi yang bisa di kunjungi, termasuk berfoto bersama binatang khas Australia, yaitu Koala yang sehari-harinya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur menempel di dahan pohon. Tadinya ingin juga berfoto dengan Koala, tapi yang difoto disana, semuanya anak kecil. Masa, ada om-om yang sudah mulai sedikit beruban mau ikut berfoto juga. Ngga berani malu, ah! Saya tertarik mengunjungi ‘Butterfly Sanctuary’. Masuk ke suatu sangkar besar penuh beraneka-ragam kupu-kupu.

Setelah puas keliling-keliling, saya pulang naik kereta gantung. Sambil tunggu di stasiun kereta gantung, saya membeli satu DVD tentang Kuranda. Setiap berkunjung ke berbagai tempat saya selalu membeli buku atau video/DVD tentang tempat/kota tersebut. Buat kenang-kenangan dan memperlihatkan atau menceritakan kepada keluarga di rumah.

Lumayan antri untuk menunggu naik kereta gantung. Akhirnya sampai juga giliran saya. Saya satu gerbong gantung bersama 3 nenek-nenek. Beneran! Kalo engga percaya, nih lihat fotonya! Ga apa-apa lah, dari pada satu gerbong dengan sepasang kekasih yang ciuman di depan saya, lebih BETE lagi!

Pemandangannya memang luar biasa! Melihat ke bawah tampak pohon-pohon di hutan hujan asli yang masih belum tersentuh dan tinggi sekali. Jika diinginkan ada 2-3 lokasi dimana kita bisa turun untuk beristirahat menikmati pemandangan. Saya memilih jalan terus karena sekali turun akan perlu antri lagi untuk menunggu gondola kosong untuk meneruskan perjalanan.

Akhirnya tujuan akhir perjalanan sudah mulai kelihatan. Suatu lokasi akhir yang indah…., ada danau kecil yang indah, di pinggir jalan raya yang tidak jauh dari Cairns. Akhirnya perjalanan diteruskan dengan bis ke kota Cairns.

Setelah pulang ke rumah, saya lihat DVD yang saya beli. Disana ada penjelasan tentang proses pembuatan kereta gantung tadi. Luar biasa, demi untuk tidak merusak hutan, semua dilakukan melalui helikopter. Untuk setiap titik tiang, pertama ada tim yang diturunkan dari helikopter, lalu menebang pohon seperlunya, kemudian mengisolasi daerah tersebut supaya tidak merusak lingkungan sekitarnya. Semua orang, bahan baku bangunan, dikirim dan dibawa kembali melalui helikopter. Jika mereka meng-claim hutan itu adalah hutan perawan (belum tersentuh), saya percaya 100%.

Oh, satu hal lagi. Setelah mengalami itu semua, saya membayangkan hal yang sama di kota Bandung. Kereta gantung dari Maribaya sampai ke Dago Pakar. Tentunya akan indah sekali. Semoga tulisan ini dibaca oleh Gubernur jawa Barat yang baru nanti.

6 thoughts on “Kuranda, Tempat Wisata mirip Dago Pakar

  1. wah……..
    betul2 nyenengin. aq jadi pengen kalau indonesia juga seperti itu, lebih malah!!
    coz hutannya bener2 terjaga.
    semoga warga indonesia menyadari pentingnya hutan.
    Jangan cuma nebang doank!!!!

  2. Ide kereta gantung di Bandung telah diusulkan melalui beberapa kali diskusi formal dan informal dengan pemda kota Bandung sejak 2003. Masih menjadi isu hangat hingga saat ini.

    Artikel mengenai transportasi kota menggunakan kereta gantung, khususnya di Bandung dapat diakses di

    http://64.203.71.11/kompas-cetak/0609/18/Jabar/5877.htm

    Sambutan pihak pemda kota Bandung cukup positif. Ada beberapa hal dalam perijinan yang perlu disikapi pemda, yaitu lintasan kabel yang akan melewati ruang udara di atas kepemilikan publik maupun privat. Jika hal ini dapat dipecahkan melalui sebuah regulasi penggunaan koridor udara untuk transportasi, akan merupakan terobosan untuk alternatif transportasi yang bebas macet dan ramah lingkungan.

    DVD kereta gantung di Cairns (Skyrail) saya dapatkan juga tahun 2006, pernah dipresentasikan di depan Menteri Kehutanan, proses pembuatan kereta gantung di Cairns memang sangat mengesankan. Kendala di Indonesia untuk penerapannya di lokasi wisata terutama dalam hal invertasi alatnya yang mencapai nilai 2-3 juta Euro/ km.

  3. Ide kereta gantung di Bandung telah diusulkan melalui beberapa kali diskusi formal dan informal dengan pemda kota Bandung sejak 2003. Masih menjadi isu hangat hingga saat ini.

    Artikel mengenai transportasi kota menggunakan kereta gantung, khususnya di Bandung dapat diakses di

    http://64.203.71.11/kompas-cetak/0609/18/Jabar/5877.htm

    Sambutan pihak pemda kota Bandung cukup positif. Ada beberapa hal dalam perijinan yang perlu disikapi pemda, yaitu lintasan kabel yang akan melewati ruang udara di atas kepemilikan publik maupun privat. Jika hal ini dapat dipecahkan melalui sebuah regulasi penggunaan koridor udara untuk transportasi, akan merupakan terobosan untuk alternatif transportasi yang bebas macet dan ramah lingkungan.

    DVD kereta gantung (Skyrail) di Kuranda saya dapatkan juga tahun 2006, pernah dipresentasikan di depan Menteri Kehutanan, proses pembuatan kereta gantung di Cairns memang sangat mengesankan. Kendala di Indonesia untuk penerapannya di lokasi wisata terutama dalam hal invertasi alatnya yang mencapai nilai 2-3 juta Euro/ km.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s