Gedung Reichstag, Ikon Berlin Berkubah Transparan

Setiap negara atau kota dunia mempunyai paling tidak satu ikon yang khas yang diketahui banyak orang. Paris memiliki menara Eiffel, Italy memiliki menara Pisa yang miring, Belanda indentik dengan kincir angin, Jakarta punya Monas, dsb. Nah, walaupun banyak objek yang sangat menarik di Berlin, tapi dilihat dari banyaknya antrian untuk mengunjunginya, tampaknya Gedung Reichstag merupakan satu ikon baru yang sangat menarik untuk dikunjungi di kota Berlin. Apa sebenarnya Reichstag? Wikipedia menjelaskan sebagai berikut:

The Reichstag (German for “Imperial Diet“) was the parliament of the Holy Roman Empire, the North German Confederation, and of Germany until 1945. The main chamber of the German parliament is now called Bundestag (“Federal Diet”), but the building in which it meets is still called “Reichstag” (see Reichstag (building)).

The term “Reichstag” (listen ) [ˈʀaɪçstaːk] is a compound of German Reich (“Empire”) and Tag (“assembly”; does not mean “day” here, but is derived from the verb tagen “to assemble”). The Latin term, a direct translation, was curia imperialis. (Still today, the parliaments on the various federal levels in Germany are called Bundestag, Landtag etc., and the parliament in Sweden is called Riksdag.)

Baik, kita kembali ke gedung Reichstag. Apa yang menarik dari gedung ini?

Gedung Reichtag di Berlin (Desember 2004)

Sepintas gedung ini tampak biasa-biasa saja, seperti gedung kuno pada umumnya. Perhatikan satu kubah di atas gedung yang hanya terlihat sedikit dari depan. Itulah bagian yang paling menarik dari gedung ini. Tidak percaya? Mari kita ikut tur sebagai berikut.

Saya sudah dua kali mengunjungi tempat ini. Pertama akhir tahun 2004 sampai awal 2005, ketika musim dingin. Kedua, pertengahan tahun 2006, beserta istri saya dan seorang sahabat. Dari dua kunjungan tersebut, serta dua musim yang berbeda, ternyata antrian untuk mengunjungi gedung ini tidak pernah sepi. Bayangkan, pada saat musim dingin, temperatur udara bisa di bawah nol, tapi tetap saja banyak orang antri. Perhatikan foto antrian pengunjung pada foto di atas. Jadi, siap antri sekitar 1-1,5 jam untuk masuk kesini.

Untuk masuk ke dalam, gratis, bahkan walaupun gratis, kita dibagi brosur gratis multi bahasa. Brosurnya sangat menarik, brosur lipat yang kalau dibuka menjadi kertas panjang yang memperlihatkan view 360 derajat pandangan mata dari kubah transparan di atas gedung. Singkatnya, setelah masuk, kita akan menjalani pemeriksaan yang sangat ketat (tapi ramah), lalu diantar naik lift ke tempat kubah.

Foto di lantai dasar kubah (saya bersama istri, 2006)

Dari posisi foto di atas kita sudah bisa melihat, apa istimewanya kubah tersebut. Ini adalah kubah transparan raksasa yang sangat berkesan hi-tech dan futuristik. Mungkin ingin memberikan kesan bahwa Jerman adalah ahlinya dalam teknologi tinggi. Di kulit bagian dalam kubah ada tangga yang dibuat melingkar menuju ke atas (puncak kubah). Jadi, pengunjung yang ingin menuju puncak, tinggal menelusuri tangga yang cukup landai, akan berputar beberapa kali mengikuti kulit kubah menuju ke atas sambil menikmati indahnya kota Berlin ke berbagai sudut pandang.

Bagian dalam kubah.
Perhatikan jalan melingkar ke atas, serta core (bagian tengah) kubah.

Inti kubah yang terletak di bagian tenga adalah cermin yang disusun seperti foto di atas. Jika kita memandangnya, maka kita bisa melihat cermin diri kita disana. Di bagian bawah inti ini, dikelilingi oleh satu informasi tentang Jerman (perhatikan orang-orang yang sedang membaca).

Mari kita naik ke atas. Jalur melingkar untuk naik ke atas dirancang sangat landai, tidak melelahkan dan tidak terasa tiba-tiba sampai di atas. Mengapa? Karena sepanjang jalur kita bisa memandang ke tengah kubah dan ke bawah, juga ke arah luar menikmati kota Berlin.

Jalur melingkar menuju puncak kubah

Akhirnya kita tiba di puncak kubah. Bagian atasnya ada ruang terbuka ke udara, sehingga kadang ada burung merpati masuk di area puncak kubah.  Pemandangan ke luar dan ke dalam dua-duanya sangat menarik. Foto berikut memperlihatkan dua pemandangan tersebut.

Memandang ke arah dalam (bawah) dari puncak

.

Salah satu sisi menarik ke arah luar

.

Nah, itulah salah satu objek menarik di kota Berlin yang menurut saya patut kita kunjungi. Unik!
Bagaimana menuju gedung ini?

  • Jika anda sudah berada di gerbang besar Brandenburg, berdirilah di sisi luar, lihatlah sekeliling, seharusnya anda bisa memandang gedung ini
  • Jika anda naik bis dari stasiun Zoo menuju Alexander Platz (kalau tidak salah, bis no 100 atau 200), ada tempat berhenti persis di sekitar gedung ini
  • Jika anda keluar dari stasiun utama kota Berlin, menyeberanglah, lintasi jembatan, di kejauhan gedung ini pasti sudah kelihatan.  Anda akan tiba dari arah yang kira-kira berlawanan dengan arah Brandenburg.

Beberapa sumber lain yang relevan:

  1. Reichstag Building (Wikipedia)
  2. Website of Berlin
  3. Panorama Gedung Reichstag (Interactive Panorama)
  4. Photo of the Reichstag from 1993
  5. Photos of the Reichstag from 1989 and Photos of the 1945 Battle for the Reichstag.
  6. Auf Wieder Sehen (Blog Tuti Nonka)
  7. Belin, Uber Aller… (Blog Tuti Nonka)

7 thoughts on “Gedung Reichstag, Ikon Berlin Berkubah Transparan

  1. Wow… Amazing gedung, tahun berapa dibangunnya ya? kalau dari arsitek gedungnya terkesan seperti banguan kuno khas Eropa, tapi dari kubahnya terasa sangat modern sekali. Sepertinya memang harus berkunjung ke Berlin kalo dah sampe di Germany. Thanks

    Kalau tidak salah, ini gedung lama, bahkan pernah terbakar. Kubah tranparan tersebut dibangun belakangan, menurut info di wikipedia, kubah itu baru selesai dibangun tahun 1999. Info selengkapnya, khusus tentang kubah tersebut ada di http://en.wikipedia.org/wiki/Reichstag_dome

  2. Pak Arry,
    Bagus sekali reportasenya, Pak. Saya jadi nyesel nggak masuk ke Reichstag. Waktu yang saya miliki memang sangat sempit di Berlin, jadi hanya sempat melihat semuanya sekilas saja. Foto-fotonya juga perfect. Wah, bagi mahasiswa arsitektur, pasti tulisan Bapak sangat bermanfaat untuk menambah wawasan.
    Kelihatannya ide pembuatan kubah kaca ini hampir sama dengan pembuatan pyramida di Museum Louvre ya (menggabungkan bangunan kuno dengan arsitektur futuristik).
    Terimakasih sudah memasukkan tulisan saya sebagai link (wah, padahal tulisan saya nggak ada apa-apanya, jadi malu nih …)

    Wah, ngga usah malu bu! Saya yang justru belajar dari tulisan ibu untuk menulis sedikit lebih panjang, supaya yang baca lebih asyik membacanya…..
    Saya memang boros jepret kalo motret bu, jadi dari 100 foto mungkin hanya 5 yang buat saya memuaskan. Ya…, mumpung kameranya tidak pake film! Ditunggu tulisan perjalanan berikutnya bu! Nanti saya share juga, masih banyak yang ingin saya ceriterakan tentang Jerman, khususnya tentang Berlin.

  3. foto2 gedung ini, terutama pada area berputar dome memang sering tampil di beberapa majalah.
    Info : “Sir” Nprman Foster,arsitek terkenal perancang kubah ini tentunya juga semakin menambah ketenaran, seperti halnya desainer piramid Louvre, IM Pei. Kapan ya Indonesia punya “Sir” Andie Wicaksono? hehe….😀

    Nice tips, very informative, keep blogging, Sir….🙂

    ( Jadi pengen kesini, hehehe…😀 )

  4. Pingback: Ayo Jelajahi Dunia (1) « Arry Akhmad Arman’s Weblog

  5. dunia semua itu,,,hehehehe
    gpp,,,,yang penteng jaga hati ya!
    positifin ja setiap langkah mardhatillaaaaaaaaaaaaaaah!!!! amieeeeen!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s