Pada hari ke-7 kami di Madinah, kami diajak berjalan kaki berkeliling oleh pembimbing haji kami ke tempat-tempat di sekitar Masjid Nabawi. Khususnya masjid-masjid lain yang ada di sekitar Masjid Nabawi. Kami berkumpul sekitar jam 6 pagi di gerbang Masjid Nabawi yang paling dekat dengan hotel tempat kami tinggal. Setelah semua berkumpul, akhirnya perjalanan di mulai. Kami berjalan menyusur sisi Barat Masjid Nabawi ke arah Selatan (arah Qiblat) dan akhir keluar dari gerbang pojok Barat-Selatan.

Teh-Susu Hangat Sambil Menunggu Berkumpul

Menunggu Semua KumpulMenunggu Semua Kumpul
Menunggu Semua Kumpul
Menunggu Semua Kumpul

Masjid pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Ali bin Abi Thalib. Masjid ini berjarak sekitar 290 meter dari Masjid Nabawi. Menurut riwayat, Nabi pernah shalat Ied di tempat ini. Renovasi dan perluasannya dilakukan oleh Raja Fahd hingga total luasnya mencapai 31 x 22 m, disertai menara setinggi 26 meter. Menurut keterangan dari pembimbing kami, lokasi Masjid tersebut dulunya adalah tempat tinggal Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan anak kesayangan Nabi Muhammad, yaitu Fatimah az-Zahra.

Masjid Ali bin Abi Thalib
Masjid Ali bin Abi Thalib

Masjid berikutnya yang kami kunjungi adalah Ghamamah atau Masjid Mushola. Letaknya sebelah barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 305 meter. Rasulullah pernah shalat Ied di tempat ini, hingga dikenal dengan nama Masjid Musholla. Khalifah Umar membangun Masjid ini persis di tempat shalat Nabi. Bangunan Masjid yang ada sekarang adalah peninggalan pembangunan Sultan Abdul Majid al-Utsmani. Masjid ini pernah direnovasi kembali pada masa Raja Fahd (1411H).

Tambahan info dari salah satu pembaca (terima kasih):

Assalamualaikum pak Arry. Saya ingin menambahkan sedikit ttg masjid ghomamah. Ghomamah sndr artinya mendung. Dulu ada saat madinah dilanda musim paceklik dan kekeringan. Rasulullah SAW mengajak para sahabat dan penduduk sekitar untuk sholat istisqa’ (sholat minta hujan) di masjid ghomamah. Tak lama kemudian datanglah mendung dan turunlah hujan. Maka dr itu masjid ini dinamakan Ghomamah. Ada satu lagi masjid Umar Bin Khattab, tempatnya tepat di sebelah selatan masjid Ghomamah, di belakang hotel Madinah Arramas.  Ada juga masjid Ijabah, masjid Bilal dan Masjid Ustman bin Affan yg letaknya agak jauh antara 0,5 – 1 km dr masjid nabawi. Semoga bermanfaat

Masjid al-Ghamamah
Masjid al-Ghamamah

Masjid ketiga yang kami lalui adalah Masjid Abu Bakar al-Shiddiq. Jaraknya sekitar 335 m dari Masjid Nabawi dan 40 meter dari Masjid Ghomamah. Tempat ini juga pernah digunakan untuk shalat Ied oleh Nabi, lalu diikuti oleh Khalifah Abu Bakar. Namun, Khalifah Umar lah yang pertama kali membangun Masjid ini. Bangunan yang ada sekarang adalah peninggalan Sultan Mahmud Khan al-Utsmani. Luasnya 19.5 x 15 m. Masjid ini pernah direnovasi kembali pada masa Raja Fahd (1411H).

Masjid Abu Bakar al-Shiddiq
Masjid Abu Bakar al-Shiddiq

Masjid ke-4 yang kami lalui adalah Masjid Umar bin al-Khattab. Masjid seluars 325 m persegi ini terletak di barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 455 meter dari Masjid Nabawi. Dibangun pada abad ke-9 Hijriah. Tinggi kubahnya adalah 12 meter. Masjid inipun pernah direnovasi kembali pada masa Raja Fahd (1411H).

Saya dan istri di depan Masjid al-Ghamamah
Saya dan istri di depan Masjid al-Ghamamah
Masjid Al-Ghamamah
Masjid Al-Ghamamah
Beberapa Jamaah Berfoto Bersama
Beberapa Jamaah Berfoto Bersama

Referensi Tambahan

1) Buku “Sejarah Madinah Munawwarah”, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Pakistan (alih bahasa: Anang Rikza Mesyhady)

Advertisements