Akhirnya Salju Turun di Berlin

Berlin, Desember 2004 (EOS 300D, 6MP)

Akhirnya, setelah seminggu tinggal di Berlin (baca: “Akhirnya Aku Tiba di Berlin“), salju mulai turun. “Amazing….” ketika pertama kali melihat turunnya salju dari jendela kamar. Walaupun udara dingin, saya sampai langsung membuka jendela kamar untuk merasakan langsung butiran salju dan mengamatinya dari dekat. Ternyata serpihan salju itu menyerupai kristal. Berikut ini adalah salah satu contoh snowflake yang saya peroleh dari internet.

SnowFlake

SnowFlake

Ketika salju turun semua permukaan akan tertutup salju yang berwarna putih. Tidak lama setelah itu, salju akan mengeras menjadi es yang akhirnya menyebabkan jalan kaki jadi sulit dilakukan karena licin. Bayangkan kita benar-benar jalan kaki di atas es, betapa dingin dan harus selalu hati-hati. Foto berikut adalah contoh suasana ketika daratan (dan apapun) tertutup salju, sehingga semuanya menjadi putih.

Pemandangan Serba Putih ketika Salju Baru Turun

Pemandangan Serba Putih ketika Salju Baru Turun

Sebagian permukaan salju sudah dibersihkan untuk mempermudah jalan kaki

Sebagian permukaan salju sudah dibersihkan untuk mempermudah jalan kaki

Dini hari, sebelum orang-orang berangkat kerja, biasanya petugas akan membersihkan salju. Minimal di lintasan yang biasanya digunakan untuk jalan kaki. Pembersihan dilakukan mulai dengan menggunakan sekop, mesin yang dipegang sambil berjalan, hingga mesin yang berbentuk mobil kecil khusus untuk membersihkan salju. Foto berikut memperlihatkan contoh permukaan yang sebagian sudah dibersihkan oleh petugas, sehingga memudahkan orang untuk berjalan kaki.

Dini hari, ketika petugas sudah membersihkan salju untuk pejalan kaki (pemandangan dari jendela kamar)

Dini hari, ketika petugas sudah membersihkan salju untuk pejalan kaki (pemandangan dari jendela kamar)

Setelah sekian lama, mengalami musim salju, saya merasa beruntung hidup di negara tropis seperti Indonesia. Perbedaan cuaca di kita tidak pernah ekstrim. Temperatur di musim hujan dan panaspun masih di kisaran selisih yang tidak terlalu besar. Bandingkan dengan negara 4 musim yang temperaturnya bisa berkisar antara minus sekian derajat di musim dingin sampai lebih dari 40 derajat di musim panas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s