Paviliun Emas di Kinkaku-ji Kyoto

Kyoto, 2010

Akhirnya, setelah ke-5 kalinya saya ke Jepang saya berhasil mengunjungi Kyoto. Berbagai sumber yang saya baca menyatakan, kalau ingin melihat Jepang, harus mampir ke Kyoto. Suasana Jepang masa lalu masih terpelihara di Kyoto katanya. Sejujurnya saya agak kecewa. Karena saya sering ke Eropa, saya membayangkan Kyoto seperti Paris yang suasana kotanya masih seperti Paris masa lalu. Sementara Kyoto, praktis sudah menjadi kota yang lebih modern. Mungkin memang masih banyak tersisa berbagai peninggalan masa lalu di Kyoto, tapi tidak tersisa secara holistik dalam suasana kota seperti Paris.

Suasana Kota Kyoto

Suasana Kota Kyoto

Kyoto dengarkan. (京都市 Kyōto-shi?) adalah kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan OsakaKobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto. Kyoto terletak di bagian selatan dari Prefektur Kyoto. Di dalam kota mengalir beberapa sungai seperti Kamogawa (alirannya bersatu dengan Takanogawa di tengah) di timur, Katsuragawa di barat, dan Ujigawa di selatan. Posisinya berada di Lembah Kyoto (disebut juga Lembah Yamashiro). Lembah Yamashiro sendiri dikelilingi oleh tiga buah gunung, yaitu Higashiyama, Kitayama, dan Nishiyama, dengan ketinggian sekitar 1000 m di atas permukaan laut. Karena letaknya yang dikelilingi pegunungan ini, iklimnya bersifat iklim darat, menyebabkan perbedaan suhu antara siang dan malam, antara musim dingin dan musim panas lumayan besar.

Berfoto di depan Restoran di Stasiun Kyoto

Berfoto di depan Restoran di Stasiun Kyoto

Stasiun kereta api Kyoto merupakan pusat dari transportasi untuk seluruh kota. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar kedua di Jepang, dengan dilengkapi pusat perbelanjaan (yang paling besar adalah ISETAN) , hotel, bioskop, dan beberapa bagian dari kantor pemerintahan lokal, semuanya terletak di satu atap dalam bangunan setinggi 15 lantai. Stasiun ini dihubungkan dengan Shinkansen dan beberapa jalur lokal serta kereta bawah tanah.

Kyoto dapat dicapai dengan kereta Shinkansen, dua jam lebih dari Tokyo dan sekitar 15 menit dari Osaka. Jaringan kereta JR, Keihan, Hankyu, dan Kintetsu menghubungan Kyoto dengan kota-kota lain di daerah Kansai. Kereta ekspress JR Haruka menghubungkan Bandar Udara Internasional Kansai dengan Stasiun JR Kyoto.

Untuk transportasi dalam kota, bus lebih banyak digunakan karena jaringannya yang luas dan menjangkau hampir seluruh kota, meski ada juga beberapa jalur kereta api dan kereta bawah tanah. Terminal bus terletak di depan Stasiun kereta api Kyoto, dan hampir semua bus dalam kota berangkat dari terminal ini. Sebagian besar bus menggunakan sistem satu tarif untuk seluruh tujuan, meski beberapa bus dengan jarak tempuh cukup jauh tidak menerapkannya. Di samping itu, ada juga tiket bebas satu hari untuk bus di dalam kota.

Kuil Kinkaku-ji di Kyoto

Paviliun Emas di Kinkaku-ji Kyoto

Berfoto di depan Kinkaku-ji

Berfoto di depan Paviliun Emas Kinkaku-ji Kyoto

Baik, terlepas dari melesetnya harapan itu, mari kita lihat salah satu bagian menarik kota ini. Saya hanya sempat diajak ke Kinkakuji. Kinkakuji (金閣寺 Kuil Paviliun Emas?) adalah nama umum untuk Rokuonji (鹿苑寺 Kuil Taman Rusa?) merupakan sebuah kuil di Kyoto, Jepang. Bangunan ini dibangun pada tahun 1397 sebagai vila peristirahatan bagi shogun Ashikaga Yoshimitsu. Anaknya kemudian mengubah bangunan tersebut menjadi kuil Zen dari sekolah Rinzai. Kuil tersebut kemudian terbakar beberapa kali dalam masa Perang Onin.

Melempar Koin Untuk Menambah Rejeki

Melempar Koin Untuk Menambah Rejeki

Tempat yang terkenal dari kuil itu adalah Paviliun Emas (金閣 kinkaku?) di dalam tamannya. Keseluruhan paviliun kecuali bagian lantai dasar ditutupi dengan lembaran tipis emas murni, menjadikan kuil itu sangat berharga. Pada atap kuil terdapat fenghuang emas atau “burung phoenix” (鳳凰 hôô). Tahun 1950, kuil tersebut terbakar oleh ulah seorang biksu yang menderita gangguan mental.

Sisi lain Kinkaku-ji

Sisi lain Paviliun Emas Kinkaku-ji

Mencoba memukul Lonceng Besar

Mencoba memukul Lonceng Besar di Kinkaki-ju

Bergaya di area Kinkaku-ji

Bergaya di area Kinkaku-ji

Referensi: Kyoto (wikipedia), Kinkaku-ji (wikipedia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s