Dresden, Kota Menawan di Ujung Timur Jerman

Dresden adalah sebuah kota di bagian timur Jerman dan merupakan ibukota negara bagian Sachsen. Kota ini dibelah oleh sungai Elbe sehingga menjadi bagian utara dan selatan. Ada sebuah jembatan indah yang melintasi sungai tersebut.  Kota ini berada hampir di ujung timur, tak jauh dari perbatasan Ceko dan Polandia. Sebelum Jerman bersatu, kota ini masuk ke dalam wilayah Jerman Timur yang dikuasai oleh Soviet. Saya berkesempatan mengunjungi kota ini di awal tahun 2005 ketika saya tinggal beberapa bulan di Berlin.

Saya mengunjungi kota ini naik kereta biasa dari Berlin, bersama Om Munaf, sahabat ayah saya. Kebetulan pada saat itu ada keluarga keponakan saya yang sedang sekolah di Dresden. Kami pulang pergi Berlin Dresden di hari yang sama, pergi menggunakan kereta paling pagi dan kembali menuju Berlin menggunakan kereta paling akhir (malam), karena hari itu kami ingin menyaksikan sebuah kegiatan masyarakat Indonesia disana berupa pameran dan pertunjukkan seni. Baca tulisan saya yang lain yang berjudul “Menengok Cucu di Dresden

Jembatan indah di Kota Dresden

Jembatan indah di Kota Dresden

Berfoto bersama Dina (keponakan saya) dan Om Munaf (sahabat ayah saya)

Berfoto bersama Dina (keponakan saya) dan Om Munaf (sahabat ayah saya)

Kota Dresden didirikan oleh bangsa Slavia yang mendiami sebelah timur Jerman dari abad ke-7 sampai abad ke-10. Kaum bangsa Sorbia yang sekarang tinggal di sekitar daerah sini, masih merupakan keturunan langsung bangsa Slavia yang pernah berkuasa di sini. Kota Dresden sendiri konon didirikan pada tahun 1206, pada tahun 2006 kota ini merayakan hari jadinya yang ke 800.

Pada tanggal 26 dan 27 Agustus 1813 kota ini merupakan ajang pertempuran sengit pasukan Napoleon dari Perancis melawan pasukan Austria.

Lalu pada Perang Dunia II, pada 13 Februari 1945, kota ini dibom secara dahsyat oleh pasukan Sekutu dengan hasil 135.000 jiwa penduduk kota ini tewas. Pusat kota historis juga hancur, antara lain gedung-gedung kuna.

Sejak reunifikasi atau penyatuan kembali Jerman pada tahun 1990, pusat kota historis yang hancur mulai direnovasi kembali. Sebuah contoh ialah gedung gereja Frauenkirche yang dibangun ulang menggunakan batu-batu bata asli untuk sebagian besarnya.

2 thoughts on “Dresden, Kota Menawan di Ujung Timur Jerman

  1. Pingback: Mengunjungi Cucu di Dresden « Jelajah Dunia

  2. Pingback: Homepage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s