I Love Paris

Menara Eiffel, 960 hari menuju tahun 2000 (foto 1997)

Menara Eiffel, 960 hari menuju tahun 2000 (foto 1997)

Selain Mekkah dan Madinah, ada satu tempat yang saya selalu berharap untuk kembali mengunjunginya, yaitu PARIS. Entah mengapa, satu kota ini begitu memukau untuk saya. Romantisme Paris memang luar biasa, ditambah suasana kota yang terpelihara keasliannya, serasa kita memasuki dunia yang lain yang berbeda dengan kehidupan nyata yang sehari-hari biasa dihadapi di kota saya (Bandung) dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Santai berlama-lama di tamanSejak mengunjungi untuk pertama kalinya tahun 1997, saya pernah tiga kali lagi mengunjunginya, yaitu tahun 2000 (dua kali) dan tahun 2006. Pada tahun 1997, saya (dan istri saya sempat menyusul kesana) sempat tinggal selama 6 minggu, sehingga dapat merasakan indahnya sehari-hari menjadi orang Paris (Parisian).  Bisa menikmati jalan kaki santai kapan saja di tempat yang kita inginkan, menikmati duduk berjam-jam di taman yang indah sambil nonton konser gratis, bahkan hingga menghabiskan waktu untuk menunggu matahari terbenam untuk mendapatkan foto yang indah.

Matahari terbenam (jam 10 malam) di Louvre, 1997

Pada tahun 2000, saya tinggal di Belgia selama 4 bulan. Pada saat itu, saya sempat dua kali pergi ke Paris. Sekali, mencoba naik bis dari Brussels; dan kedua kalinya, ikut bergabung bersama kawan-kawan yang mau piknik naik mobil bersama keluarga dari Leuven (Belgia) ke Paris. Kebetulan masih tersisa kursi kosong di mobil.

Santai di taman sekitar Menara Eiffel (2000)

Santai di taman sekitar Menara Eiffel (2000)

Tahun 2006, seorang kawan mengajak saya (dan istri) untuk menemani ke Eropa (termasuk ke Paris) untuk inisiasi beberapa kerjasama bisnis.

Saya beserta istri di Trocadero dengan Menara Eiffel di kejauhan (2006)

Saya beserta istri di Trocadero dengan Menara Eiffel di kejauhan (2006)

Menara Eiffel menjelang malam (2006)

Menara Eiffel menjelang malam (2006)

Paris memang luar biasa… Beberapa tempat indah yang pernah saya kunjungi membuat kita puas tapi tidak berkeinginan kuat untuk mengunjunginya lagi. Tapi Paris, membuat saya ingin kembali lagi kesana…. Saya ingin kesana lagi, tetapi waktu santai semakin sulit dicari….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s