Venezia memang Unik dan Menawan

Venezia, Desember 2012

Akhirnya sampai juga saya ke Italia. Sejak tahun 1996 ketika pertama kali ke Eropa, saya selalu belum sempat ke Italy karena berbagai alasan. Salah satu alasan adalah karena ditakut-takuti oleh cerita teman-teman tentang banyaknya penipuan dan kejahatan kecil yang sering menimpa para turis di sana. Tapi keinginan untuk melihat Venezia akhirnya mengalahkan itu semua. Pada bulan November 2012 saya mendapat sponsor dari sebuah perusahaan di Indonesia untuk menghadiri sebuah event besar di Amsterdam, melakukan analisis yang berhubungan dengan Indonesia dan perusahaan tersebut, serta membuat report yang berisi rekomendasi untuk langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan.

Sebetulnya kami berangkat berdua, tetapi rekan saya, Pranoto, harus segera kembali ke Indonesia setelah event 5 hari di Amsterdam selesai, karena ada urgensi keluarga di Indonesia. Akhirnya saya jalan sendiri memanfaatkan situasi yang menguntungkan, bahwa saya sudah berada di daratan Eropa dengan sponsor pihak lain, sehingga tinggal mengatur sisa perjalanan lainnya dengan biaya sendiri se-efisien mungkin.

Salah satu faktor efisiensi adalah mencari kenalan agar bisa menginap gratis. Kami teringat Omar Gani, alumni Teknik Elektro ITB yang juga putra salah satu dosen senior di ITB, dan juga sahabat Pranoto. Sepengetahuan kami, Omar dan adik-adiknya tinggal di Italia (dekat Venezia) bersama ibunya. Singkat kata, kami kontak Omar; ternyata Omar sudah menikah dan menetap di Spanyol, tetapi Omar menawarkan untuk menerima kami di Italia karena ibunya serta dua adiknya masih tinggal di Padova, sebuah kota dekat Venezia.

From Paris Orly to Venice Marcopolo

From Paris Orly to Venice Marcopolo

Rencana awal, saya dan Pranoto akan berangkat bersama kesana, tapi akhirnya anya saya yang berangkat. Saya terbang dari airport Orly Paris menuju Marcopolo Venezia menggunakan maskapai penerbangan murah Eropa: EasyJet. Penerbangan sekitar 2 jam dengan harga kurang dari Rp 1 juta rupiah.

Pemandangan Indah dari jendela Pesawat

Pemandangan Indah dari jendela Pesawat

Tidak lama setelah mendarat di bandara Marcopolo, Venezia, saya dijemput oleh Ivan Gani, adiknya Omar. Kami bertemu di pintu bandara, lalu segera bergegas ke tempat parkir. Di tempat parkir sudah menunggu Anna, adiknya Ivan, serta istrinya Ivan. Tidak lama kami berkenalan, kami segera meluncur menuju Venezia. Mobil di parkir di tempat pemberhentian akhir. Disana juga berjejer bis-bis yang membawa turis. Kendaraan darat hanya boleh digunakan sampai disini.

Menyeberang Jembatan Menuju Pulau/Daratan Utama Venezia

Menyeberang Jembatan Menuju Pulau/Daratan Utama Venezia

Jembatan menuju Venezia

Jembatan menuju Venezia

Dari tempat parkir kendaraan, ada jembatan yang menghubungkan daratan sebelumnya (tempat parkir kendaraan) dengan daratan/pulau utama Venezia. Pada foto satelit di atas, tampak jembatan tersebut dari atas. Pada foto dibawahnya, tampak jembatan yang sesungguhnya.

Dari titik ini, turis biasanya berjalan kaki, naik taxi air, atau naik angkutan umum air seperti terlihat pada peta berikut. Tujuan utama yang ingin dicapai biasanya ada Piaza San Marco.

From Bridge to Piaza de Marco

From Bridge to Piaza de Marco

Kami memilih jalan kaki untuk menikmati suasana bangunan-bangunan tua di Venezia. Bangunan pertama yang kami lalui setelah melalui jembatan tadi adalah stasiun kereta Venezia. Jika kita naik kereta, kita akan keluar atau turun di stasiun ini, sehingga tidak perlu lagi melalui jembatan yang tadi.

Stasiun Kereta Api Venezia

Stasiun Kereta Api Venezia

Pemandangan dari Stasiun Kereta Api

Pemandangan dari Stasiun Kereta Api

Sebetulnya, agak sulit mencari jalan yang benar menuju Piaza San Marco, karena banyak sekali jalan serta gang yang terlihat sama untuk yang pertama kali datang ke sana. Namun,  pada kenyataannya jalan itu sangat mudah ditemukan, karena semua orang berjalan kaki pada rute tertentu. Jadi tinggal ikut saja ramainya orang kemana, pada umumnya mereka menuju Piaza San Marco.

Berikut ini adalah beberapa pemandangan indah antara Stasiun Kereta hingga Piazza San Marco,

Venice_2 (67)

Venice_2 (76)

Gondola-Gondola Venezia…

Ivan Gani, istrinya Ivan, serta Anna Gani.

Ivan Gani, istrinya Ivan, serta Anna Gani.

Terima kasih buat kalian bertiga yang telah mengantar dan mentraktir saya di Venezia. Terima kasih juga buat Omar yang telah men-support semuanya dari jarak jauh…

 

 

 

2 thoughts on “Venezia memang Unik dan Menawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s