Sunset on Batu Belig Beach (Bali, Indonesia)

Batu Belig, Bali, Indonesia

This picture is taken when I have to stay for two days ini Bali Sani Hotel in Batu Belig area in Bali. This area is relatively quite, different from Kuta area that really crowded. I have to rent motorcycle for two days to find food in Kuta area if I dont want to orded food from the hotel. Its only need 10-15 minutes to go to Kuta area. This two pictures is taken on the backside of the hotel. The local children play and swim on the beach when the sun is going down. No many people there, so I can feel very convenient situation…

Sunset at Batu Belig Beach, Bali, Indonesia

Sunset on Batu Belig Beach, Bali, Indonesia
Sunset at Batu Belig Beach, Bali
Sunset on Batu Belig Beach, Bali
Balisani Hotel
Balisani Hotel

I Love Paris

Menara Eiffel, 960 hari menuju tahun 2000 (foto 1997)
Menara Eiffel, 960 hari menuju tahun 2000 (foto 1997)

Selain Mekkah dan Madinah, ada satu tempat yang saya selalu berharap untuk kembali mengunjunginya, yaitu PARIS. Entah mengapa, satu kota ini begitu memukau untuk saya. Romantisme Paris memang luar biasa, ditambah suasana kota yang terpelihara keasliannya, serasa kita memasuki dunia yang lain yang berbeda dengan kehidupan nyata yang sehari-hari biasa dihadapi di kota saya (Bandung) dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Santai berlama-lama di tamanSejak mengunjungi untuk pertama kalinya tahun 1997, saya pernah tiga kali lagi mengunjunginya, yaitu tahun 2000 (dua kali) dan tahun 2006. Pada tahun 1997, saya (dan istri saya sempat menyusul kesana) sempat tinggal selama 6 minggu, sehingga dapat merasakan indahnya sehari-hari menjadi orang Paris (Parisian).  Bisa menikmati jalan kaki santai kapan saja di tempat yang kita inginkan, menikmati duduk berjam-jam di taman yang indah sambil nonton konser gratis, bahkan hingga menghabiskan waktu untuk menunggu matahari terbenam untuk mendapatkan foto yang indah.

Matahari terbenam (jam 10 malam) di Louvre, 1997

Pada tahun 2000, saya tinggal di Belgia selama 4 bulan. Pada saat itu, saya sempat dua kali pergi ke Paris. Sekali, mencoba naik bis dari Brussels; dan kedua kalinya, ikut bergabung bersama kawan-kawan yang mau piknik naik mobil bersama keluarga dari Leuven (Belgia) ke Paris. Kebetulan masih tersisa kursi kosong di mobil.

Santai di taman sekitar Menara Eiffel (2000)
Santai di taman sekitar Menara Eiffel (2000)

Tahun 2006, seorang kawan mengajak saya (dan istri) untuk menemani ke Eropa (termasuk ke Paris) untuk inisiasi beberapa kerjasama bisnis.

Saya beserta istri di Trocadero dengan Menara Eiffel di kejauhan (2006)
Saya beserta istri di Trocadero dengan Menara Eiffel di kejauhan (2006)
Menara Eiffel menjelang malam (2006)
Menara Eiffel menjelang malam (2006)

Paris memang luar biasa… Beberapa tempat indah yang pernah saya kunjungi membuat kita puas tapi tidak berkeinginan kuat untuk mengunjunginya lagi. Tapi Paris, membuat saya ingin kembali lagi kesana…. Saya ingin kesana lagi, tetapi waktu santai semakin sulit dicari….

The Beautiful of Sholat Formation Around Kabah (downloadable 15MP and 18MP)

These pictures taken using Canon DSLR 60D, Tamron Lense 17-50mm/f2.8 without using my eyes to see the object through the camera. These two pictures are downloadable at 15 mega pixel and 18 mega pixel. Just right click and Save As. Royalti Free.

Sholat Formation Aroung Kabah (18 mega pixel)
Sholat Formation Around Kabah (18 mega pixel)
Sholat Formation Around Kabah (downloadable 15 mega pixels)
Sholat Formation Around Kabah (downloadable 15 mega pixels)

Indahnya Matahari Terbit Menyinari Lautan Tenda di Mina (pengalaman Haji 2009)

Mina, 2 Desember 2009

Setelah menjalani hari Arafah dan Mudzalifah kami kembali bermukim di Mina beberapa hari untuk melaksanakan Jumroh. Setelah memperhatikan langit subuh yang cerah berwarna kekuning-kuningan, pikiran saya mulai tergoda untuk pergi ke atas jembatan supaya dapat melihat dan memotret indahnya lautan tenda Mina di kala matahari mulai terbit. Akhirnya, setelah sholat Subuh, saya menyelinap sendiri keluar tenda membawa kamera saku Lumix kesayangan saya. Ternyata langit masih seperti malam, tapi suasana terang benderang karena penerangan lampu. Suasana aktivitas manusia juga sangat ramai, karena tidak berhenti kegiatan jama’ah yang pulang dan pergi menuju tempat lempar jumroh.

Aktivitas jama'ah haji setelah Subuh di kawasan Mina
Aktivitas jama’ah haji setelah Subuh di kawasan Mina
Matahari Terbit dari Balik Bukti Menyinari Lautan Tenda Jamaah Haji di Mina
Matahari Terbit dari Balik Bukit Menyinari Lautan Tenda di Mina

Ternyata matahari terbit dari balik bukit, sehingga saya perlu waktu lebih lama hingga matahari terlihat dari balik bukit. Situasi tersebut juga membuat cahaya matahari yang pertama muncul tidak kemerahan, tapi sudah menjadi cahaya kuning yang sangat kuat. Namun demikian, hamparan sinar matahari pagi tersebut tetap indah ketika mulai menyinari lautan tenda juta’an jemaah haji di seluruh dataran Mina.

Indahnya Masjid-Madrasah Al Hasan di Kairo

Kairo, 2007

Masjid (dan madrasah) Sultan Hasan adalah Masjid-Madrasah yang terletak tidak jauh dari Citadel di ibukota Mesir, Kairo. Pembangunannya dimulai tahun 757H dengan masa pembangunan selama 3 tahun tanpa ada jeda satu hari pun. Pada saat itu, konstruksi masjid tersebut dapat dikatakan fantastis dilihat dari besar ukurannya dan komponen arsitekturnya yang inovatif. Masjid ini dirancang untuk menyertakan sekolah-sekolah untuk 4 aliran Sunni : Shafi’i, Maliki, Hanafi and Hanbali.

Masjid Al Hasan dilihat dari Citadel
Masjid Al Hasan dilihat dari Citadel

Saya beserta rombongan beruntung dapat mengunjungi masjid ini ketika melakukan kunjungan ke Kairo setelah pulang umroh pada tahun 2007. Masjid ini tidak jauh letaknya dari Masjid Ali Pasha yang terletak di Citadel. Jika kita di Masjid Ali Pasha, maka dengan mudah melihat ke Masjid Al Hasan ini, demikian juga sebaliknya. Masjid ini didominasi oleh warna coklat, seperti masjid-masjid lain di Kairo, demikian juga berbagai bangunan lainnya pada umumnya di Kairo.

Berfoto di depan Pintu Masjid
Berfoto di depan Pintu Masjid
Atap pintu Masjid
Langit-langit pintu Masjid

Interior masjid ini sangat memukau. Bagian utama dimana ada mimbar untuk khutbah adalah salah satu bagian yang paling menarik. Di bagian tertentu juga kita bisa melihat adanya berkas cahaya yang masuk dari bagian (jendela) tertentu sehingga menghasilkan efek pencahayaan yang dramatis dan indah untuk dilihat.

Mimbar Masjid
Mimbar Masjid

Bagian lain yang menurut saya sangat menarik adalah adanya ruang terbuka di bagian dalam, dimana ada kubah kecil di dalamnya. Salah satu sudut pandang yang paling saya suka adalah seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.

Bagian terbuka di dalam Masjid (foto favorit saya)
Bagian terbuka di dalam Masjid (foto favorit saya)

Tidak jauh dari kubah kecil tadi ada bagian bangunan dimana banyak tergantung lampu-lampu dari suatu atap yang sangat tinggi. Sulit menceritakannya. Lebih mudah melihat foto berikut ini.

Lampu-lampu gantung tergantung dari langit-langit yang sangat tinggi
Lampu-lampu gantung tergantung dari langit-langit yang sangat tinggi